Cerpen: Sepatu Baru untuk Adik

Karya: Fajar Ramadhan (IX-1)
Uang saku yang kukumpulkan tiga bulan akhirnya cukup untuk membeli sepatu futsal impian. Namun sore itu, kulihat adikku menatap sepatu sekolahnya yang sudah robek dengan mata berkaca-kaca.
"Kak, sepatu Dede robek lagi," bisiknya lirih. Hatiku berdesir. Sepatu futsal impian atau senyum adikku?
Keesokan harinya, kuputuskan membeli sepatu sekolah baru untuk adikku. Melihat tawanya yang lebar, aku sadar: kebahagiaan berbagi jauh lebih indah dari sepatu futsal mana pun.
Guruku pernah berkata, sedekah tidak mengurangi harta. Hari itu aku membuktikannya sendiri.